Jakarta Series - Blok M

Sebagai seorang fotografer yang tinggal menetap di Jakarta, tentunya ada pertanyaan seperti, “Kalau motret di Jakarta dimana aja sih?” dan pertanyaan tersebut sering kali ditanyakan terutama pada saat saya mengajar di kelas. Untuk itu saya mencoba merangkum spot-spot foto yang pernah saya sambangi. Seri ini saya beri nama “Jakarta Series”, dimana akan saya post berdasarkan lokasi dan lokasi pertama adalah Blok M.

Read More

Selamat Tinggal Masa Taman Kanak-kanakku, Selamat Datang Sekolah Dasar

Waktu papa mama bilang kalau Hugo mau sekolah, Hugo seneng banget karena Hugo selalu diceritain sama papa mama kalau sekolah itu enak banyak teman.  Hugo mau banget punya banyak teman.  Papa mama dan opung akhirnya bawa Hugo ke satu sekolah di dekat rumah, namanya TKK Samaria.  Sekolahnya seperti rumah biasa, tidak besar bahkan ke arah kecil.  Rumahnya pun sepertinya rumah lama.  Pertama kali Hugo dibawa ke situ dikenalin sama ibu Anita, Kepala Sekolah.  Ibu Anita langsung kasih Hugo puzzle untuk coba-coba sambil papa mama dan opung ngobrol sama sama ibu Anita.  Tau aja Ibu Anita kalau Hugo suka puzzle.  Hugo gak ngerti papa mama sama opung ngobrol apa sama ibu Anita, karena cuma sebentar dan habis itu langsung pulang, padahal Hugo masih pingin di situ. Waktu di mobil Hugo ditanya papa mama mau gak sekolah disitu.  Hugo langsung jawab, “Mau lah, sekolahnya enak!”

Read More

Petak Sembilan dan Imlek 2019

Saya hampir tidak pernah absen memotret suasana Imlek sejak tahun 2014. Mulai dari persiapan, hari H, dan kemudian Cap Go Meh. Tetapi tahun ini cukup berbeda karena saya memotret malam hari selama 2 hari bersama teman-teman grup foto yang berbeda.

Hari pertama saya tiba sebelum gelap, sambil menunggu teman-teman yang ingin ikut motret, saya makan nasi campur di dekat kopi Tak Kie.

Read More

Rutinitas Akhir Pekan

Sebagai fotografer penuh waktu tentunya waktu kerja saya tidak seperti orang kantoran yang senin - sabtu, pkl. 09.00 - 17.00. Istri saya bekerja kantoran sebagai Pegawai Negeri Sipil, jadi kegiatan antar-jemput sekolah anak saya yang paling besar, Hugo, tentunya menjadi tanggung jawab saya setiap pagi. Setelah selesai membantunya mengerjakan pekerjaan, barulah saya bisa beraktifitas seperti mengajar, baik itu private ataupun group, menulis di blog, networking, meeting, dan tentunya hunting foto di malam hari untuk meyelesaikan photo project.

Read More

Saya Bukan Street Photographer

Apa itu ketakutan? Ketakutan adalah suatu respon emosi kita terhadap ancaman. Ancaman yang bisa terjadi, bisa tidak terjadi. Intinya ancamannya belum terjadi. Itulah alasan utama saya tidak berani motret di jalan atau istilah kekiniannya, nyetrit. Saya tidak biasa menghadapi orang dan susah dekat dengan orang. Jangankan motret portrait secara langsung di jalan, turun ke jalannya saja sudah tidak nyaman.

Untuk mendapatkan foto-foto urban dan bergaya cyberpunk, sebuah konsep photo project saya, saya harus motret di jalan dan malam hari. Di jalannya saja sudah tidak nyaman, ditambah lagi dengan malam hari. Makin tidak nyaman.

Read More

Konsep Baru, Semangat Baru

Halo apa kabar? sudah lama tidak berbagi cerita di blog ini dikarenakan kesibukan mengajar dan keasyikan dengan konsep fotografi baru ditambah lagi dengan hadirnya bayi kecil cantik yang sudah berusia 3 bulan.

“Jadi, di tahun yang baru ini Wira punya konsep apa? Kok sepertinya sibuk sekali setiap malam dan feed Instagramnya berubah total.”

Read More

Yuk Ke Sawarna Lagi

"Lu gak bosen apa ke Sawarna mulu Wir?", tanya seorang teman sepulangnya saya dari Sawarna Agustus kemarin.

"Belum bosen sih, foto yang gua pengen belum dapet-dapet!", jawab saya santai.

Tapi itu memang jawaban jujur saya kepada teman saya itu, saya belum puas, seharusnya saya bisa menghasilkan foto yang lebih baik lagi karena saya masih terus belajar. 

Read More

Berkarya di Mana Saja Bisa

Kemarin sebenarnya saya cukup malas untuk ikut ke Central Park.  Kenapa? Ada beberapa alasan, yang paling utama, saya tidak suka ke mal kalau tidak ada keperluan yang spesifik.  Saya bukan tipe yang suka pergi ke mal untuk jalan-jalan atau kongkow-kongkow.  Saya lebih suka ke coffee shop atau tempat yang tidak terlalu berisik.  Kedua, menemani istri arisan.  Jangan salah mengerti ya, bukan tidak suka menemani istrinya, tapi tidak suka karena saya tidak tahu nanti harus ngapain di arisan yang isinya ibu-ibu semua hahaha.  Ketiga, pikiran saya  masih di laptop, banyak yang harus saya kerjakan.  Ya kita tidak hidup sendirian, tidak bisa maunya kita saja, harus seimbang agar sama-sama senang.  Keempat, Central Park. B. O. S. A. N. Saya sudah membayangkan, "Nanti pasti nongkrong di Tribeca, trus mereka ngobrol-ngobrol, gua mentok-mentok ke smoking area, ngerokok, browsing, trus gua ke Gramedia baca-baca buku, trus gua ke ke Starbucks buat ngopi, dan seterusnya."  Ketebak!

Read More

Melihat Pembuatan Hio di Kampung Rawa Panjang

Tahun baru Imlek tinggal menghitung hari.  Tempat-tempat produksi kebutuhan merayakan Imlek pun semakin sibuk.  Setelah 2 minggu berturut yang lalu saya mengunjungi pabrik dodol dan kue keranjang, sekarang saya mengunjungi tempat pembuatan hio di daerah Kampung Rawa Panjang. Kenapa tidak pergi ke tempat pembuatan hio yang biasa seperti di Teluk Naga? Karena saya dan teman saya, Victor Djaja, merasa tidak mungkin kalau tempat pembuatan hio hanya disitu saja.  Akhirnya kami mencari-cari dan Victor menemukan satu video di youtube hasil liputan salah satu TV Swasta mengenai kesibukan Imlek dan kebetulan menyiarkan satu tempat pembuatan hio di daerah Kosambi.

Read More