Belajar dari Anak-anak

Setelah Hugo bisa jalan dan lari, senang sekali rasanya.  Umur 10 bulan sudah mulai berjalan dan tak lama mulai berlari.  Yang dulu dia cuma bisa lihat dari jauh, yang tinggi belum bisa dia raih, yang dulu belum bisa dia kejar, sekarang semuanya bisa.  Bisa diajak main bola kaki, bisa diajak main balon.  Bersyukur sekali sama Tuhan atas semuanya.

Akhir-akhir ini saya selalu mengikuti kemanapun dia berjalan atau berlari, sambil membawa kamera saya mencoba merekam aktivitasnya.  Terkadang saya pura-pura menjauh, mencoba mengintip seandainya saya tidak disekitar situ, dia ngapain ya? :) 

Anak-anak lebih pintar dari yang kita pikirkan, mereka selalu berusaha membuat segalanya jadi nyata, mereka pikir dia segalanya itu mungkin sehingga kadang terjatuh, tersandung, kepala beradu dengan tembok, pintu, dll.  Tapi apa yang terjadi setelah itu? mereka mencoba lagi.  Saya justru belajar banyak dari mengamati Hugo, si bocah berumur 1 tahun 4 bulan ini.  Hugo tidak pernah sekalipun putus asa mencoba segala sesuatu, walaupun kalau yang sudah diluar kemampuannya dia akan minta tolong, "Papa!", panggilnya. 

Sekarang saya berusaha menjadikan segala mimpi saya menjadi nyata, walaupun tersandung sana-sini, walaupun umur sudah kepala 3 lewat 3 tahun, walaupun banyak kata orang umur segini lebih baik cari 'aman', cari uang yang banyak, dan masih banyak lagi.  Banyak mimpi saya dikubur cukup lama, tapi sepertinya sekarang saat yang tepat untuk dimulai kembali.

Terima kasih anakku, kamu sudah mengajarkan sesuatu yang berharga bagi papa.  Love you always.

PS.  Di bawah ini ada beberapa foto hasil bidikan mengikuti Hugo kesana kemari, semoga suka melihatnya sambil mendengarkan lagu dari salah satu penyanyi kesukaan saya, Steven Curtis Chapman, "Fingerprints of God" pada link video di bawah.  Enjoy!