South Korea - A Family Adventure (Part-1. Preparation)

“Akhirnya!”, itu pasti yang ada dipikiran istri saya.  Setelah sekian lama bermimpi ingin ke Korea Selatan akhirnya tercapai juga.  Perjalanan kali ini sudah kami atur sejak lama, kami benar-benar menunggu sampai usia anak kami 2 tahun, barulah kami mulai dari mencari waktu yang cocok agar tepat pada saat Spring di sana, mengatur itinerary sendiri dengan browsing dan membaca buku yang cukup banyak, cari penginapan, dan lain sebagainya.  Untuk gaya liburan kami, tidak backpacking tidak juga mewah, kami mengutamakan petulangan, Family Adventure, kami tidak suka menggunakan jasa tur.  Family Adventure yang kami maksud bukan berarti menjelajah tempat-tempat tinggi seperti gunung atau sampai menyelam, tetapi Family Adventure yang banyak berjalan kaki, naik turun bus, subway, dan angkutan umum lain, membawa map, tanya kanan-kiri, dsb.  Ya gaya travel biasa sih, cuma sepertinya seru punya nama sendiri untuk trip kami :)  Apalagi kami membawa Hugo, persiapan kami lebih dari biasanya.  Mulai dari hotel sampai dengan tempat-tempat yang akan kami kunjungi benar-benar kami pikirkan agar nyaman juga untuk Hugo.  


Mencari Tiket Pesawat

Family Adventure kali ini pergi dengan keluarga dan membawa anak kecil, saya ingin perjalanan senyaman mungkin, terutama di pesawat dengan 7 jam penerbangan.  Kami mendapatkan tiket Garuda Indonesia 6 bulan sebelumnya di Garuda Indonesia Travel Fair dengan diskon yang lumayan hanya saja untuk anak di atas 2 tahun harganya sama dengan dewasa  (tidak ada pengurangan lagi setelah diskon travel fair).  Jangan lupa kunjungi travel fair untuk mendapatkan tiket dengan harga diskon.  Tiket Jakarta - Seoul - Jakarta pun di tangan. 

Untuk tiket Seoul - Jeju - Seoul agak tricky.  Karena ada beberapa maskapai yang terbang dengan rute tersebut, hampir semua maskapai kami pantau agar mendapatkan harga yang cukup murah.  Sebelum mendapatkan tiket Seoul - Jeju kami lebih dulu mendapatkan tiket Jeju - Seoul (Jeju Air) dengan harga jika di rupiahkan sekitar Rp. 200.000,- per seat.  Sebenarnya tiket tersebut bisa di beli di tempat di Bandara Incheon (apabila ingin naik Korean Air) dan di Bandara Gimpo (apabila ingin naik maskapai lain seperti Jeju Air, Air Busan, dll).  Cuma kami ingin ‘tenang’ secara pikiran agar tidak ada yang lupa diurus sehingga menyebabkan kepanikan selama perjalanan.  Akhirnya 2 hari sebelum keberangkatan kami mendapatkan tiket Seoul-Jeju menggunakan Korean Air.  Tiket yang kami dapatkan cukup mahal, sekitar Rp. 1.000.000,- / orang dewasa dan untuk Hugo sekitar Rp. 750.000,- Pelajaran bagi kami, terlalu mencari harga murah menyebabkan kepanikan, apalagi entah mengapa kami lupa bahwa tiket yang kami cari itu di hari Sabtu, sudah pasti susah dan mahal.


Mengurus Visa

Ini yang paling deg-degan, karena banyak saya dengar dari teman-teman saya entah kenapa banyak sekali yang ditolak permohonan visa ke Korea Selatan sedangkan Jepang tidak.  Untuk mengurus visa ini usahakan cukup teliti, lebih baik bertanya daripada ada yang kurang.  Baca Persyaratan Umum dari Kedutaan Korea Selatan secara teliti.  Karena apabila ditolak, uang pengurusan visa tidak akan dikembalikan. 

Jika ada beberapa calon traveler yang freelancer seperti saya, harus membuat surat permohonan sendiri dan apabila istri bekerja, bisa juga minta dibuatkan surat jaminan untuk satu keluarga dari kantor istri.  Pastikan saldo di rekening mencukupi, untuk ke Korea Selatan amannya saldo di rekening berkisar antara Rp. 15.000.000,- Rp. 30.000.000,-, tergantung dari berapa lama di sana.  Atau yang masih bingung kira-kira budget per hari di suatu negara bisa dilihat di website Budget Your Trip, tinggal masukkan negara mana yang ingin dituju, lalu pilih jenis budget (backpacker, medium, luxury), lalu pilih mata uang.

Untuk template surat permohonan visa bisa di download disini.


Membawa batita

Apa saja yang kami persiapkan untuk Hugo (2 tahun 3 bulan)? Sebelum membeli perlengkapan dan baju-baju untuk anak anda, perlu dicari tahu musim apakah di negara yang tempat anda pergi nanti?  Berapa derajat suhunya? dll.  Untuk kondisi anak kita, kita sebagai orang tua yang paling mengerti, apakah si kecil mudah sakit?  makannya mudah / sulit?  kalo lelah / pegal mudah demam atau tidak?  Sebelum pergi travel, kami selalu mengkonsultasikan Hugo ke dokter spesialis anak langganan kami, beritahu akan kemana dan suhu seperti apa, dokter akan memberikan tips-tips untuk perjalanan.  Untungnya dokter kami juga traveler, sering bepergian bersama cucu-cucunya, jadi tips-tipsnya mantep.  Setelah semua info tersebut lengkap barulah mulai mencari perlengkapan si kecil.

Bawa beberapa mainan favoritnya tapi jangan yang terlalu besar dan jika memungkinkan ikat dengan tali sehingga pada saat dimainkan di pesawat tidak terjatuh, karena jika terjatuh agak sulit mencari ke kolong kursi selama penerbangan.  Masukkan film-film kesukaannya di ipad agar bisa diberikan pada saat si kecil bosan di pesawat.  Snack-snack favoritnya pun selalu tersedia di tas ransel ibunya.

List perlengkapan untuk toddlers yang kami bawa bisa di download di sini.


Perlengkapan Pribadi

Apa yang dibawa tergantung dari musim apa, jadi ada baiknya bisa juga cek bagaimanakah perkiraan cuaca pada saat anda berlibur ke Korea Selatan nanti.  Untuk cek cuaca ada dua website yang saya gunakan, yaitu Weather dan Accu Weather.  Bagi anda para fotografer yang ingin travel ke suatu tempat tidak perlu khawatir dalam mencari lokasi untuk ‘hunting’ foto.  Banyak website-website yang dapat dilihat untuk mencari sweet spot fotografi, mulai dari flickr, instagram, 500px, atau bisa langsung dilihat ke website pribadi para Travel Photographer seperti Elia Locardi, dll.  Banyak juga channel-channel youtube yang meliput foto-foto khas tiap negara beserta tips-tipsnya.  Untuk yang tidak bepergian bersama keluarga atau memiliki waktu untuk hunting foto landscape sendiri, bisa download aplikasi Photographer Ephemeris agar bisa memperkirakan kapan waktu sunset dan sunrise di setiap lokasi.

Untuk perlengkapan foto persiapan saya tidak repot, yang perlu dipastikan adalah memory card cukup untuk mengambil gambar-gambar keluarga selama perjalanan dan bawa beberapa baterai cadangan untuk kamera dan flash.  Pada dasarnya ekspektasi saya untuk hunting foto pribadi itu tidak ada, karena fokus dalam perjalanan ini adalah untuk keluarga, tapi tidak ada salahnya siap-siap, siapa tahu bisa nyelip :) Untuk keperluan fotografi saya membawa apa yang sudah dimiliki selama 1 tahun ini, tidak ada pembelian khusus untuk travel. O iya, cuaca di Korea Selatan sangat mudah berubah, siang cerah sore bisa hujan deras dengan angin yang cukup kencang, gunakanlah tas yang anti air.


Berikut perlengkapan saya yang saya bawa:

Whats in my bag - Travel Version

Penjelasan gambar:

  1. Fujifilm XT-1 with Optech USA Strap x 1
  2. Fujinon XF 23mm f/1.4 x 1
  3. Fujinon XF 56mm f/1.2 x 1
  4. Hoya Circular PL x 1 
  5. Lee Filters Seven5 System - Urban Set x 1
  6. Lee Filters Seven5 System - Little Stopper x 1
  7. Yongnuo YN560 IV Speedlite x 1
  8. Camera Batteries x 3
  9. Fujifilm Camera Charger x 2
  10. SanDisk Extreme Pro 95 MB/s 16 GB x 3
  11. Lens Pen x 1
  12. Giotto Lens Blower
  13. LaCie Rugged Thunderbolt 1 TB x 1
  14. Nitto PVC Tape x 1
  15. Tripod Sirui T-005BX
  16. Macbook Pro Retina 15"
  17. Think Tank Retrospective 7 Camera Bag
  18. Lowepro Backpack

Pada dasarnya, semua peralatan kamera saya pada waktu berangkat saya masukkan semua ke Lowepro Backpack dan tas Think Tank saya masukkan baju-baju dan perlengkapan-perlengkapan lainnya yang non-fotografi.  Setelah tiba di tempat baru saya pisahkan semuanya, laptop saya tinggal di penginapan, berfungsi hanya untuk transfer foto-foto dari kamera saya, iPhone dan kamera istri serta saya gunakan untuk keperluan-keperluan lain selama perjalanan seperti booking ticket kereta lokal atau browsing peta untuk keesokan hari dll.  Perlengkapan ini tidak banyak berubah baik untuk kerja maupun untuk travel ataupun hunting pribadi.  

Jangan lupa bagi yang ingin menggunakan kartu kredit selama perjalanan, aktifkan kartu kredit anda dulu paling tidak seminggu sebelumnya agar bisa digunakan di luar negeri.


Itinerary

Untuk Family Adventure South Korea itinerary, kami masukkan apa yang ingin kami kunjungi terlebih dahulu, jangan terpaku pada tempat-tempat populer.

Jika anda berkunjung ke negara-negara yang tidak menggunakan bahasa inggris, pastikan semua rute perjalanan detil diketik, baik itu nomor bus / line subway, nama jalan, dll.  Jangan andalkan Google Maps di Korea Selatan, sangat tidak akurat.  Gunakan Waze (iPhone / Android) untuk GPS selama perjalanan dan jika anda seperti kami banyak menggunakan subway, install JiHaChul (iPhone / Android).  Gunakan WiFi pada saat install JiHaChul dan download subway map Seoul terlebih dahulu agar dapat digunakan secara offline pada saat travel.  (Sumber)

Ketik nama-nama tempat yang anda kunjungi dengan Hangul (alfabet Korea), jangan dengan abjad yang biasa kita gunakan, karena masih banyak masyarakat Korea Selatan yang sulit membaca huruf abjad.  Print dan masukkan ke dompet khusus yang biasa untuk kartu kredit / kartu nama supaya memudahkan anda bertanya atau menunjukkan ke supir taxi.  O iya, paling tidak ketik dan laminating nama hotel, supaya memudahkan apabila terpisah dengan keluarga yang lain.

Belilah beberapa buku travel yang bagus untuk informasi yang akurat seperti keluaran dari Lonely Planet atau Fromers.  Jangan lupa juga gali sebanyak mungkin informasi dari internet.  Saya sendiri bertanya langsung melalui forum-forum travel dan berkenalan dengan beberapa fotografer dari Flickr.

trazy.com

Buku travel bagus untuk panduan perjalanan.  Saya cukup suka dengan buku karangan Agung Basuki (sebelah kiri), terutama karena mendapatkan bonus beberapa map yang sangat berguna selama di Korea Selatan.  Bisa di dapatkan di toko buku Gramedia mana saja.

Buat alternatif kunjungan, terutama tempat-tempat rekreasi outdoor, apabila terjadi perubahan cuaca mendadak seperti hujan atau cuaca terlalu panas untuk si kecil, jadwal bisa di alihkan ke tempat-tempat indoor.

Bagi kami prioritas utama pada saat mencari tempat menginap adalah tempat menginap menyesuaikan itinerary kami, lalu yang kedua tempat menginap harus dekat dengan klinik, stasiun bis dan subway, dan juga dekat dengan 24 -hour convenient store seperti 7-Eleven dan GS-25.  Usahakan cepat membuat itinerary karena hotel harus di booking dari jauh hari.  Terutama apabila ingin merasakan menginap di Hanok (rumah khas Korea), harus di booking sejak lama karena cepat sekali penuh.

Dengan adanya internet semuanya benar-benar memudahkan, forum-forum dan blog-blog travel sangat memudahkan kami mencari informasi.  Kelemahannya adalah banyaknya informasi itu sendiri membuat kita susah mengambil keputusan tempat-tempat mana saja yang harus kita datangi dengan waktu yang terbatas.  Untungnya untuk Family Adventure ini, kami memilih tujuan wisata bukan karena menurut website 'A' atau 'B' tempat itu wajib dikunjungi, tetapi berdasarkan kami benar-benar ingin kemana.  Setelah semua keinginan kita masuk di itinerary, barulah tujuan wisata umum bisa diselipkan.  Berikut daftar website yang berguna untuk travel dan terutama untuk travel ke Korea Selatan. 

Berikut saya share Itinerary yang kami buat untuk Family Adventure South Korea kami.  Download di sini.

Mengikuti tur atau tidak selama perjalanan?  Kembali lagi ini terserah kepada pribadi kita masing-masing.  Banyak tur memberikan penawaran yang menggiurkan karena semua sudah dipaketkan, tetapi kelemahannya adalah waktu pergi dan pulang serta lokasi keberangkatan dan pulangnya sudah fix.  Kami ingin waktu, lokasi, dan jam pulang yang fleksibel, setelah kami hitung-hitung biayanya lebih mahal tetapi tidak jauh berbeda, akhirnya kami pilih tanpa tur, bahkan pergi ke Pulau Nami dan Everland pun  tanpa tur.  Jangan lupa, butuh riset yang cukup teliti untuk bisa menentukan jalur pergi dan pulang.  Terutama untuk rute subway yang cukup membingungkan.  Untuk yang bepergian ke Korea Selatan ada website yang memudahkan kita menentukan jalur subway, berikut link nya.


Lainnya

Buat International Driving License apabila ada niat untuk menyewa mobil selama perjalanan.  Berguna juga untuk menyewa motor dan ATV apabila anda berkunjung ke Udo Island.  Untuk komunikasi juga penting direncanakan dari sekarang apabila ingin menggunakan portable wifi atau sim card.


Oleh-oleh

Nah untuk ini terserah masing-masing saja, saya sendiri tidak menjanjikan apa-apa kepada teman-teman yang menitipkan oleh-oleh karena waktu yang terbatas dan bagasi yang terbatas.  Prioritas kepada diri sendiri dulu, kalaupun oleh-oleh, prioritaskan keluarga di rumah :) 

Yak, itulah persiapan kami menjelang keberangkatan Family Adventure South Korea kami selama 9 hari.  Sampai jumpa di Part-2.  Jeju Island!

Wira Siahaan