South Korea - A Family Adventure (Part-5. Annyeonghaseyo Seoul)

Kami harus berangkat pagi sekali ke bandara karena jarak dari Jeju Yilin Pension ke Jeju International Airport cukup jauh, kira-kira 1.5 jam perjalanan.  Kami melakukan kesalahan karena tidak memberitahu sebelumnya ke Daniel (pemilik hotel) kami akan check out pagi ini.  Kami lupa kalau receptionist hotel ini tidak 24 jam, Daniel baru muncul pukul 08.30 pagi.  Untunglah dia muncul ontime sehingga kami tidak terlambat.

Dari Jeju Yilin Pension ke tempat perhentian bis Airport Limousine hanya berjarak kira-kira 15 menit berjalan kaki.  Tempat perhentian bisnya terletak persis di seberang e-Mart.  Jangan salah tempat nunggunya, ada dua tempat perhentian disini persis bersebelahan, cari yang khusus airport limousine bus.  Bis disini datang on time, tidak lama bis pun muncul.  Kami segera menuju bandara.

Setelah tiba di bandara kami langsung check-in ke counter Jeju Air dan langsung mencari tempat sarapan pagi.  Kami makan di Lotteria agar cepat.  Setelah makan kami langsung menuju boarding gate dan sekitar 10 menit kemudian kami pun boarding. 

Perjalanan di pesawat memakan waktu kurang lebih 1 jam, tak terasa pesawat pun landing di Gimpo International Airport.  Ambil bagasi dan langsung keluar bandara.  Dan langsung mengabari Deborah, pemilik Yoo’s Guest House, bahwa kami sudah tiba di Seoul dan menuju kesana.  Ada satu yang bikin kami kesal yaitu tidak ada limousine bus menuju ke daerah Jongno-Gu, daerah dimana penginapan kami berada.  Kami sudah bertanya ke information dan mereka bilang tidak ada dan satu-satunya pilihan yaitu taxi.  Akhirnya kami pun naik taxi yang seukuran Innova.  Setelah tiba di hotel dan boom, 63.000 KRW!!!  Pengeluaran termahal kami untuk transportasi dan seandainya koper kami tidak besar mungkin kami tidak perlu memakai taxi.  Tapi yasudahlah, disesali malah merusak suasana berlibur.


ANNYEONGHASEYO SEOUL!
안녕하세요 서울시!


Setelah bertemu Deborah dan dijelaskan mengenai aturan di Guest House, cara membuka electronic lock pintu utama, membayar cash untuk penginapan, dan kami pun beristirahat sebentar.  

Yoo’s Guest House tempat kami menginap adalah sebuah Hanok, yaitu rumah tradisional Korea.  Kami ingin sekali merasakan menginap di rumah tradisional dan menemukan di Trip Advisor bahwa Yoo’s Guest House ini salah satu yang terbaik.  Pemiliknya baik sekali dan menguasai bahasa Inggris yang jauh lebih baik dibandingkan saya :).  Keluarga Yoo ini memiliki dua rumah dan kami menempati rumah yang kecil karena rumah yang besar sudah penuh dengan rombongan musisi orkestra dari Wina, Austria.  Di rumah ini ada 3 kamar dan hari pertama ini hanya kamar kami yang terisi.  Ada dapur kecil untuk kita memasak, memanaskan makanan, dan membuat kopi.  Tersedia mie instan, roti, dan kopi setiap hari untuk tamu juga.  

Kamar kami memang cukup kecil untuk kami berempat tapi tidak masalah karena kami lebih banyak di luar hotel dibanding di kamar :)  Fasilitas kamar kami cukup memandai, satu buah kulkas, pemanas di bawah lantai dan pemanas portable, satu buah AC (tidak nyala selama kami menginap), 3 buah kasur gulung dan water heater untuk memanaskan air serta laundry dan pengeringan gratis selama menginap.  Kamar mandi pun bersih.  Kami puas sekali dengan penginapan ini.  Biaya menginap disini sekitar 120 - 130 USD / malam.  Apabila anda membayar cash anda akan mendapatkan potongan.

Nilai plus untuk saya penikmat kopi.  Di depan penginapan ini, kakak dari Deborah membuka kedai kopi dan membuat Americano yang enak sekali.  Sayang sekali kedai tersebut hanya buka dari pkl. 10.00 s/d 16.00.  

trazy.com

Bagi para traveler saya rekomen tempat ini untuk menginap karena sangat dekat dengan tempat-tempat yang penting seperti:

1.  GS-25.  10 menit berjalan kaki.

2.  7-Eleven.  10 menit berjalan kaki.

3.  Traveler’s Clinique.  5 menit berjalan kaki.

4.  Jongno-3 (Sam) ga subway station.  20 menit berjalan kaki.

5.  Anguk Bus Station. 15 menit berjalan kaki.

6.  Bukchon Village.  20 menit berjalan kaki.

7.  Gyeongbokgung Palace. 40 menit berjalan kaki.

8.  Changdeokgung Palace. 10 menit berjalan kaki.

9.  Insa-dong.  30 menit berjalan kaki.

10.  Airport Limousine Bus Station.  5 menit berjalan kaki.

Setelah beristirahat dan mandi, kami segera keluar penginapan dan berjalan kaki ke Jongno 3 (sam)-ga subway station.  Hanya sekitar 20 menit berjalan kaki.  Tujuan kami adalah Myeong-dong.  


Panduan rute Subway dari Jongno 3 (sam)-ga Station ke Myeong-dong Station

Dari Jongno 3 (sam)-ga, naik Line 3 (warna orange) ke arah suseo, turun di Chungmuro Station.  Sambung kereta Line 4 (warna biru) ke arah Oido, turun di Myeong-dong Station.  

Jika anda masih bingung anda bisa mengunjungi website Cyber Station.  Tinggal klik stasiun awal dan stasiun tujuan maka akan muncul pop-up yang menjelaskan kereta apa yang harus anda naiki dan transfer stationnya beserta perkiraan biaya.


Cara menggunakan T-Money di subway station.

Pada saat masuk ke subway station, letakkan T-Money di atas sensor dengan Logo T-Money yang terletak di atas subway turnstiles (pagar berputar).  Letakkan sampai sensor berbunyi 'beep' baru anda bisa lewat.  Layar sensor akan menampilkan berapa yang di charge dan berapa sisa balance kartu anda.  Pada saat keluar subway station, lakukan hal yang sama dan layar sensor akan menampilkan berapa additional charge (jika ada) dan sisa balance kartu anda.  Jangan lupa untuk tap pada saat keluar, karena jika anda lupa, pada saat anda tap berikutnya akan di charge double.  Info lengkap T-Money bisa dibaca disini.


Setelah tiba di Myeong-dong Station tujuan pertama kami adalah Myeong-dong Kyoja, restoran berusia 40 tahun ini menyajikan Kyoja yang cukup terkenal di Seoul.  


Panduan rute ke Myeongdong Kyoja.

Keluar stasiun dari Exit No. 8, belok kiri ke jalan Myeongdong 10-gil.  Lurus 150 m, restoran sebelah kanan.


MYEONGDONG KYOJA
명동교자


Restoran - ini hanya menyajikan 4 menu yang semuanya seharga 8.000 KRW yaitu Kalguksu, Bibimguksu, Mandu, dan Kongguksu.  Kami bertiga memesan Kalguksu, bayar di depan, dan tidak lama makanan pun datang.  Jangan bingung jika tidak diberikan sumpit dan sendok karena keduanya terdapat di dalam laci meja anda.  Rasanya kyoja disini luar biasa, ini salah satu Kyoja yang paling enak yang pernah saya makan.  Dan, porsinya besar hehe.  Recommended.  O iya, kami menemukan restoran ini melalui dua buah website travel blogger yaitu, I Love My Food Lots dan Love Anqila.

Setelah kenyang, kami segera menuju tujuan berikutnya yaitu N-Tower yang berjarak tidak jauh dari Myeong-dong.  Kami berjalan ke arah Selatan, kembali melewati Myeong-dong Subway Station.  Cukup mudah kok menuju N-Tower ini, dari Myeong-dong sudah keliatan tower yang tinggi ini, tinggal berjalan menuju kesana.  

Kami tidak sabar untuk menaiki Namsan Cable Car karena ingin melihat pemandangan dari atas.  Harga tiket roundtrip / orang dewasa untuk Namsan Cable Car adalah 5.500 KRW dan untuk anak-anak dibawah 3 tahun gratis.


NAMSAN SEOUL TOWER
남산서울타워


Setelah tiba di N-Tower, Hugo ganti pampers sebentar dan kami pun langsung menuju Namsan Love Locks yang terkenal itu.  Tidak mau kalah kami beli juga gembok warna hijau dan menuliskan nama kami lalu mencari tempat untuk menggantungkan gembok kami hehe.  


Tips di Namsan Tower.  Berhati-hatilah jika membawa anak-anak disini.  Bagian bawah pagar yang mengelilingi tempat ini masih ada celah dibagian bawah yang cukup besar untuk anak-anak lewat dan Hugo hampir saja melewati pagar ini.  (jantungan!!).  Dan bawahlah jaket yang cukup tebal karena udara di atas sangat dingin.


Tadinya kami ingin menaiki N-Tower ini sampai ke puncak untuk mengamati Seoul dari atas tapi Hugo sudah tidak betah di atas dan berkali-kali minta turun.  Akhirnya kami pun turun dan menaiki Namsan Cable Car lagi.  Tiba di bawah kami tidak ingin melewati jalan kami datang tadi karena turunannya lumayan panjang dan berat sambil membawa stroller bayi.  Saya pernah baca bahwa ada elevator yang bisa membawa kita sampai di bawah tanpa harus melewati turunan dan kami menemukannya, ternyata lokasinya berlawan dari arah kami datang tadi.  Nama elevator ini adalah Namsan Oreumi.  Dan kami tiba di bawah dengan cepat.  Kami bergegas kembali berjalan kaki menuju Myeong-dong untuk shopping.

Myeong-dong ini surga belanja, jadi hati-hati dompet ‘bolong’ disini, terutama para wanita, karena Face Shop disini jauh lebih murah dibandingkan dengan di Jakarta dan masih ditambah lagi dengan Tax Refund, menggoda!  Sementara istri dan adik ipar saya berbelanja, saya dan Hugo berkeliling Myeong-dong untuk mencicip street food.  Nyamm.  Hugo tak henti-hentinya minta, “Papa coba yang itu, papa coba yang ini” haha.


Tips berbelanja dengan Tax Refund.  Apabila anda menemukan toko dengan logo Global Blue Tax Free atau Global Tax Free (warna orange), maka apabila anda berbelanja di toko tersebut anda berhak mendapatkan tax refund.  Tax bisa di refund apabila kita belanja di atas 30.000 KRW.  Tax Refund hanya berlaku untuk foreigner, makadari itu bawalah Passport asli karena untuk tax refund dibutuhkan passport asli untuk verifikasi.  Apabila berbelanja di Myeong-dong, selain di Incheon Airport, tax juga dapat di refund di Woori Bank, Myeong-dong.  Kami sendiri baru mengetahui bahwa ada Woori Bank di Myeong-dong, jadi kami me-refund tax kami semuanya di Incheon Airport pada saat akan pulang ke Jakarta.  Untuk panduan lengkap Tax Refund bisa dibaca disini.


MYEONG-DONG
명동


Buru-buru dorongnya soalnya gerimis mulai turun

Tidak banyak yang saya beli disini, hanya sebuah frame kacamata seharga 13.000 KRW dan beberapa pasang kaos kaki seharga 1.000 KRW / pasang.  Cukup lama kami habiskan waktu disini sehingga tadinya kami ingin berjalan pulang sambil melewati Cheonggyecheon Stream pun batal karena tiba-tiba hujan.  Sambil berjalan pulang saya membeli ayam soju untuk makan malam di hotel.  Dari Myeong-dong ini kami berjalan kaki pulang ke hotel.  Sebenarnya lelah cuma karena kami semua ingin melihat suasana Seoul di malam hari kami memutuskan berjalan kaki saja, walaupun ujung-ujungnya nyasar dan bertanya sana/i, tapi kami semua puas sekali. :)


Tips berjalan bersama keluarga.  Itinerary memang dibuat supaya ada guide selama perjalanan tetapi bukan berarti harus secara ketat diikuti.  Terkadang perlu dilihat juga mood keluarga, apabila mereka lebih ingin stay di satu tempat, ya batalkan saja yang berikutnya.  Atau tiba-tiba si kecil ngambek, masih ingin di satu tempat, ya biarkan saja.  Atau terkadang cuaca tidak mendukung selama perjalanan, harus ada Plan B apabila kejadian seperti kami terjadi, tiba-tiba hujan deras, kami memutuskan lebih lama di Myeong-dong dan batal ke Cheonggyecheon Stream.  Usahakan selama perjalanan se fleksibel mungkin, jangan memaksakan keinginan satu orang.  Saya sendiri banyak sekali tempat yang saya inginkan tetapi terpaksa dibatalkan dan tidak mengurangi kebahagiaan dan kepuasan saya karena saya sendiri bahagia melihat mereka semua puas selama perjalanan. Lalu, apabila tersesat, jangan saling menyalahkan, nikmati saja hehe akan jadi kenangan yang tidak habis-habis diceritakan.  Disinilah seni travel bersama keluarga, makanya saya memlih berjalan sendiri tidak ikut tour kemanapun saya travel :) 


Karena cuaca kurang bagus kami pun segera mengambil taxi untuk segera menuju hotel.  Karena sulit sekali memberhentikan taxi dalam kondisi hujan tiba-tiba datang seorang satpam sebuah bank di dekat kami berhenti, dia menawarkan diri membantu memberhentikan taxi, mungkin karena dia melihat kami membawa anak-anak.  Karena bapak ini kami pun mendapatkan taxi, setelah mengucapkan terima kasih kami pun masuk taxi.  Sebenarnya karena jarak yang sangat dekat awalnya taxi ini enggan membawa kami, tetapi lagi-lagi mungkin karena dia melihat kondisi hujan dan kami membawa anak-anak dia pun mau.  Setelah kami tiba di gang hotel, dia menanyakan apakah kami memiliki payung, saya bilang iya kami memiliki satu payung, tapi karena dia melihat tidak cukup dia memberikan payungnya dan memberi kode 'bawa saja'.  Lho gratis ni? Saya bergegas menuju hotel dan setelah semua masuk kamar saya pun berlari kembali menuju gang hotel mencari taxi tersebut tapi ternyata dia sudah pergi.  Wah beneran gratis, terima kasih pak :) Satu lagi kebaikan yang kami terima dari orang Korea :) 

Kami pun tiba di hotel.  Hugo belum juga tertidur karena selama perjalanan ini dia ‘terlalu’ excited, masih juga bermain mainan Tayo Bus nya.  Setelah diberi susu akhirnya dia pun tertidur.  Istri dan adik ipar saya berbenah sebelum tidur.


Tips packing.  Selama perjalanan pasti banyak belanja dan pakaian kotor, usahakan cicil packing setiap malam atau sudah dipisah-pisahkan agar nanti di hari terakhir tidak ‘stress’ packing.  Bawalah plastik untuk pakaian kotor dan sisakan space untuk barang belanja dan oleh-oleh.  

Tips tinggal di Hanok.  Pisahkan sampah-sampah berdasarkan tiga jenis yaitu, sampah recycle, sampah non-recycle, dan sampah sisa makanan.  Selalu siapkan kantong plastik untuk ketiganya dan masukkan di tempat sampah yang sesuai.  Karena setiap malam pemilik hotel akan mengambil ketiganya dan menaruh di depan pagar hotel untuk diambil petugas sampah.  Mungkin kesannya sepele, tetapi sebisa mungkin jangan ada sampah di kamar kita agar lebih higienis, terutama karena membawa anak kecil dan juga memang ini sudah aturan menginap di Hanok.  


Setelah mandi, saya pun keluar hotel lagi sendirian untuk hunting foto malam di sekitar penginapan sambil mampir sebentar ke GS-25 untuk top-up T-Money agar bisa digunakan keesokan hari.

I love the cinematic feel of night photo hunting.

Hari pertama di Seoul pun selesai, sampai jumpa di Part-6.  Everland's Magic!

Wira Siahaan