Smart Travel dengan 11 Aplikasi Andalan

As the years go by, you get to know yourself better and learn what works for you.
— Marie Helvin
 
 

Beralih Ke Aplikasi

3 tahun terakhir selama saya travel, saya pasti membawa 1 barang khusus untuk 1 fungsi.  Misalnya untuk mencatat ide tulisan dan pengeluaran saya membawa buku kecil (notebook), untuk mendengarkan lagu saya membawa iPod, untuk itinerary saya print di kertas, dan untuk edit foto dan backup saya membawa laptop dan hard disk eksternal.  Tetapi lama kelamaan semua barang bawaan tersebut membuat saya cukup stress karena terlalu banyak.

Karena saya tipe orang yang tidak suka 'ribet', saya mudah panik apabila terlalu banyak urutan pengerjaan terhadap suatu kegiatan.  Apalagi saya juga tipe orang yang pikiran bercabang, sedang mengerjakan sesuatu bisa jadi memikirkan pekerjaan yang lain.  Mau tidak mau segala sesuatu harus saya sederhanakan.  Untuk 1 fungsi tadinya 1 barang, sekarang 1 fungsi 1 aplikasi.  Aplikasinya jadi banyak? Tidak apa, paling tidak masih di dalam satu gadget. 

Aplikasi Favorit

Berikut aplikasi yang selalu ter-install di iPhone saya setiap kali saya travel yang apabila dipadukan dengan smart watch akan semakin powerful.  Semua aplikasi ini diluar dari aplikasi-aplikasi media sosial.

1. TripIt

Ada beberapa aplikasi untuk merencanakan itinerary, tetapi TripIt yang paling saya suka.  Selain bisa langsung mencatat jam penerbangan hanya dengan memasukkan kode penerbangan.  TripIt versi Pro bahkan bisa digunakan untuk seat tracker dan memberitahu apabila terjadi delay dan pemindahan gate.

 
 

Pada aplikasi ini saya memasukkan anggota grup perjalanan dengan mengundang melalui email.  Setelah mereka menerima undangan saya, itinerary akan ter-update secara real-time ke seluruh anggota perjalanan.  Memasukkan lokasi wisata dan memasukkan rute perjalanan akan terintegrasi dengan Calendar dan aplikasi maps sehingga akan ada notifikasi pada layar utama gadget yang tentunya semakin mempermudah perjalanan saya.

Setelah itinerary selesai dibuat dapat langsung di export dalam bentuk PDF dan di simpan di aplikasi Documents untuk berjaga-jaga apabila sedang tidak bisa mengakses internet.

2.  Evernote

Aplikasi pengganti buku kecil saya.  Selain untuk mencatat hal-hal penting, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk merekam suara, mengambil foto dan memasukkan ke dalam notes.  Teks dalam notes juga bisa di format seperti menggunakan Microsoft Word, seperti Bold, Italic, Underline, Highlight berwarna, bullet, number lists, checkbox, alignment dan lain sebagainya.

Tetapi yang paling saya rasa berguna adalah kemampuan synchronize antara gadget version dan desktop version yang ada di laptop saya.  Pulang dari perjalanan saya hanya perlu klik tombol sync di laptop saya dan semua notes saya selama perjalanan akan muncul dan memudahkan saya untuk menulis.

3. Spotify

Saya tidak bisa lepas dari musik, makadari itu kemanapun saya pergi saya harus mendengarkan lagu.  Tadinya saya memasukkan lagu-lagu ke iTunes saya tetapi membuat kapasitas iPhone saya jadi sedikit yang tersisa.  Pernah juga saya membawa iPod tetapi lama-kelamaan saya tidak suka membawa 'kebanyakan' gadget.  Sejak Spotify launching di Indonesia, Spotify jadi pilihan saya untuk mendengarkan lagu.  Yaaa paling korbannya kuota internet handphone deh :)

4. Google Maps / Waze

Tidak bisa dipungkiri bahwa Google Maps / Waze selalu ada di gadget kita semua.  Perbedaan yang cukup kelihatan adalah secara tampilan Google Maps peta versi digital dan Waze mirip seperti GPS unit turn-by-turn yang biasa terdapat pada mobil.  Jadi secara fungsi Waze berfungsi sangat baik bagi para pengendara mobil.  Ditambah lagi fitur semacam media sosial yang memungkinkan para pengguna Waze meng-update kondisi jalan dengan info-info seperti tingkat kemacetan, kecelakaan, dll.

Sedangkan Google Maps memiliki pilihan banyak transportasi yang tersedia seperti berjalan kaki, menggunakan mobil, kereta, dan lain sebagainya.  Untuk pengendara mobil Google Maps seperti agak 'memaksa' agar kita tetap di jalur utama dibandingkan mencari jalur-jalur alternatif dengan jalan yang lebih sempit.

Jadi tergantung jenis travel saya, apabila saya mengendarai mobil saya lebih memilih menggunakan Waze, tetapi apabila saya travel  menggunakan transportasi umum, saya lebih memilih menggunakan Google Maps.

5. PackPoint

Mungkin anda pemalas seperti saya kalau urusan packing.  Pusing!  Saya tidak pernah mengerti bagaimana harus packing, apa saja yang harus dibawa, dan lain sebagainya.  Untung ada aplikasi Packing seperti PackPoint dan sejenisnya.  Saya tinggal memasukkan tujuan travel, durasi travel, dan tujuan travel, bisnis / sekedar berjalan-jalan.  PackPoint akan membaca prakiraan cuaca selama perjalanan dan membuat daftar apa saja yang harus dibawa.  Tentunya keputusan tergantung saya, apakah mau mengikuti daftar yang disarankan PackPoint atau tidak, tetapi paling tidak ada acuan untuk packing.

PackPoint dapat juga diintegrasikan dengan TripIt dan Evernote.

Saya sudah mencoba beberapa aplikasi untuk prakiraan cuaca tetapi Wunderground adalah pilihan saya yang paling utama.  Tampilan clean dan mudah untuk digunakan. 

7.  Monny (iOS)

Saya tipe orang yang suka stress sendiri karena tidak tahu uang lari kemana.  Makadari itu aplikasi sejenis Monny ini sangat berguna untuk mencatat pengeluaran apabila saya membelajakan uang secara cash.  Saya bisa mencatat seluruh pengeluaran dan setiap pengeluaran bisa di attached dengan foto struk pembelanjaan dan auto backup ke Dropbox atau email dan bisa juga di-export dengan file Excel untuk di-review selesai perjalanan.

8.  Jenius / Splittr

Berjalan bersama teman atau saudara atau siapapun secara patungan sebenarnya cukup merepotkan karena biasanya pada saat makan selalu ada yang berinisiatif, "Pake duit gua aja dulu nanti aja transfer (ke rekening)."  Nah, yang paling tidak enak dari ada yang bayarin duluan adalah selalu pada saat penagihan.  Terutama saya adalah orang yang paling sungkan untuk menagih hutang.  Disinilah aplikasi Jenius dan Splittr berguna.

Jenius sendiri adalah aplikasi perbankan milik Bank BTPN yang fungsi utamanya adalah untuk menabung yang disertai dengan beberapa fasilitas yang menurut saya keren banget.  

Yang pertama adalah fasilitas X-Card.  Selain kartu ATM utama, saya boleh memiliki 3 kartu tambahan yang disebut oleh Jenius sebagai X-Card.  X-Card bisa diberi nama apapun yang kita inginkan, misalnya salah 1 kartu X-Card saya bernama 'Travel'.  Pada kartu 'Travel' saya bebas mengalokasikan dana perjalanan saya yang saya ambil dari kartu utama saya.  Bagi saya yang 'teledor' jika berurusan dengan uang, sistem seperti ini sangat berguna, karena saya tidak akan over budget selama perjalanan.

Lalu fasilitas kedua adalah fasilitas Split Bill.  Selesai makan atau kegiatan apapun yang seharusnya dibayar patungan tetapi ada yang mendahulukan, orang yang mendahulukan tinggal klik Split Bill dan pilih siapa saja peserta patungan, input jumlah tagihan dan siapa saja penerimanya (apabila penerima lebih dari satu orang) dan aplikasi Jenius akan menagih secara otomatis kepada akun yang bersangkutan. Jadi tidak ada lagi istilah tidak enakan dalam menagih. :)

X-Card ini dapat digunakan sebagai ATM di mesin ATM apapun di seluruh Indonesia dan juga dapat digesek seperti ATM pada umumnya untuk berbelanja.  Segala pengeluaran menggunakan X-Card baik itu gesek maupun tarik tunai akan tercatat di aplikasi Jenius.

Sedangkan aplikasi Splittr adalah aplikasi yang murni untuk Split Bill dengan mata uang asing.  Sangat berguna apabila travel ke luar negeri.

9. Documents (iOS)

Aplikasi gratis Documents cukup berguna untuk menyimpan file-file PDF yang berhubungan dengan perjalanan seperti itinerary, eTicket, KTP, SIM, NPWP, budgeting, daftar oleh-oleh, atau jika anda fotografer seperti saya shot list saya simpan pada documents.

10.  The Photographer's Ephemeris

Golden Hour dan Blue Hour adalah waktu favorit semua fotografer.  Setiap daerah memiliki waktu terbit dan tenggelam matahari yang berbeda, apalagi jika sedang travel ke luar negeri.  Aplikasi ini memberitahu jam berapa matahari terbit dan tenggelam di kota yang akan kita tuju lengkap dengan arah terbit dan tenggelamnya sehingga membantu kita merencanakan sesi pemotretan.  Untuk cara penggunaan aplikas ini akan saya bagikan pada artikel yang berbeda. 

 
 

Biasanya saya akan memindahakan 1-2 file foto JPEG per hari selama perjalanan dari kamera Fuji saya ke iPhone melalui aplikasi Fujifilm lalu meng-edit menggunakan aplikasi Adobe Lightroom Mobile.  Tetapi sejak menggunakan wireless external harddisk aplikasi Fujifilm tersebut tidak lagi saya gunakan dan beralih menggunakan aplikasi bawaan Western Digital yaitu WD My Cloud.  Untuk review hard disk tersebut bisa dibaca disini.

Bukan Berarti Sudah Sempurna

Demikianlah daftar aplikasi yang saya gunakan selama travel, tidak jarang aplikasi tersebut bertambah tergantung dari kemana saya akan pergi.  Keuntungannya adalah bawaan saya semakin ringan dan tidak ribet.  Tetapi bukan berarti tanpa kelemahan, travel dengan 100% bantuan aplikasi memiliki 3 kelemahan utama, yaitu:

1. Paket data internet harus selalu terisi.  Terisi pun akan terasa tidak berguna apabila sedang berada di daerah yang tidak bagus jangkauan sinyal provider yang kita gunakan.  Untuk itu saya kombinasikan beberapa aplikasi off-line seperti Evernote, Documents, Monny, dan Evernote agar perjalanan tidak terganggu walaupun tanpa internet.

2. Baterai gadget cepat sekali habis sehingga power bank kapasitas tinggi harus tetap dibawa dan terisi penuh.

3.  Jika gadget rusak / hilang / dicuri maka perjalanan anda dapat berantakan seketika, makadari itu untuk yang penting-penting tetaplah print tetapi cukup ditinggalkan di penginapan atau simpan di tas.  Tidak perlu dibawa-bawa.  Atau untuk mencegah rusaknya gadget karena terkena hujan atau benturan, gunakanlah pelindung gadget yang kuat dan anti air.  Investasi yang cukup mahal tetapi akan melindungi gadget anda dan mencegah terganggunya mood perjalanan.

Saya tidak menerima bayaran apapun dari perusahaan pembuat aplikasi-aplikasi di atas, hanya sekedar berbagi pengalaman.  Apabila ada dari pembaca sekalian yang mempunyai aplikasi yang berguna boleh dibagikan di bagian comments. :)

Semoga bermanfaat dan jangan lupa subscribe ya untuk menerima update blog dan tips-tips travel dan photography dari saya setiap minggunya. 

Terima kasih

 

Wira Siahaan