Solusi Backup Foto Travel Tanpa Laptop

'Malasnya' membawa laptop pada saat travel, terutama saat travel bersama keluarga.  Selain karena menambah beban karena berat, bagi saya fungsinya pun hanya untuk backup data foto selama perjalanan ke hard disk eksternal.  Selain backup, sementara belum ada alasan lain karena saya belum ada tuntutan untuk meng-update kegiatan perjalanan di blog hari itu juga dan saya juga belum perlu meng-edit foto terburu-buru.

Karena 'urusan' backup ini tidak bisa ditawar-tawar dan saya tidak mau membawa laptop lagi, solusi backup tanpa laptop harus dicari secepat mungkin.  Setelah bertanya-tanya, berdiskusi dengan teman-teman lalu juga mendapatkan banyak info melalui internet, sementara solusi paling praktis yang saya temukan adalah menggunakan External Harddrive Western Digital (WD) My Passport Wireless.

 
 

Setelah membaca review dan menonton video-video review di Youtube, saya putuskan langsung membeli melalui Tokopedia.  Kesan saya setelah beberapa saat menggunakan WD My Passport Wireless ini adalah:

1.  Praktis

Pertama kali menggunakan hard disk ini pun tidak sulit karena hanya ada 1 tombol power, 1 tombol WiFi, 1 micro-USB 3.0, dan 1 slot SD Card.  Colokan USB 3.0 bisa digunakan untuk memindahkan data seperti hard disk pada umumnya sekaligus berfungsi untuk mengisi ulang baterai.  WiFi tidak akan berfungsi apabila kabel USB 3.0 sedang digunakan untuk memindahkan data ke komputer.  Hard disk pada saat diterima sudah dengan format ExFAT yang siap langsung digunakan untuk Windows 7 / 8 dan Mac OS X.

Yang paling saya suka adalah adanya SD Card slot.  Tinggal masukkan SD Card dan secara otomatis backup akan dimulai (untuk mem-backup secara otomatis harus diatur terlebih dahulu di aplikasi WD My Cloud).  Bahkan apabila terkoneksi dengan internet dan memiliki akun-akun cloud seperti MyCloud.com, Dropbox, Google Drive, OneDrive, dan Creative Cloud, secara otomatis akan meng-upload foto dan video sebagai backup ke akun-akun tersebut.

Untuk mem-backup foto & video dari iPhone yang tadinya membutuhkan iTunes atau iPhoto pun sekarang tidak lagi, hanya membutuhkan beberapa klik dan semua foto & video ter-backup ke WD My Passport Wireless ini.
 

2.  WiFi Cepat dan Dapat diakses beberapa clients sekaligus

Apabila saya sedang berjalan dengan keluarga, biasanya mereka akan meminta hasil foto-foto dibagikan ke WhatsApp agar bisa langsung di upload ke media sosial masing-masing.  Sebelum memiliki hard disk ini, saya akan memindahkan foto-foto JPEG dari kamera Fujifilm X-T2 saya via WiFi ke ponsel saya dan setelah itu baru dikirim ke WhatsApp mereka.

Dengan kemampuan maksimum 8 clients sekali akses, setiap anggota keluarga yang ikut travel bersama saya tinggal men-download aplikasi WD My Cloud ke ponsel atau apapun gadget mereka dan mengakses secara langsung ke WD My Passport Wireless lalu pilih sendiri foto-foto yang mereka ingkan dan simpan ke ponsel / gadget masing-masing.  WiFi 802.11n Dual-Stream membuat transfer lebih cepat sehingga aktivitas browsing foto-foto dari beberapa gadget tidak mengganggu anak saya yang juga sedang mengakses hard disk ini untuk menonton film di iPad nya.

Perihal privasi tidak usah takut karena untuk mengakses WD My Passport Wireless ini menggunakan password yang anda atur sendiri.

Ukuran hard disk ini pun seperti hard disk eksternal pada umummnya, sekitar 12.7 cm x 8.6 cm.  Untuk kapasitas 2 TB seperti yang saya gunakan, tebalnya adalah 3 cm.
 

3.  Baterai Isi Ulang

WD My Passport Wireless ini tidak perlu sumber daya eksternal karena memiliki baterai internal yang dapat diisi ulang.  Jadi tidak perlu repot mencari colokan dulu agar bisa digunakan.

Tetapi seperti biasa, tidak ada produk yang sempurna.  Menurut saya, masih ada beberapa kekurangan-kekurangan seperti:

  1. Startup WiFi Lambat.  
  2. Baterai cepat habis.  Hanya bertahan sekitar 5.5 jam bahkan kurang apabila diakses banyak gadget sekaligus.
  3. Aplikasi WD My Cloud kurang mudah digunakan.
  4. Tidak ada suara yang memberitahukan bahwa backup sudah selesai.
  5. Kita tidak bisa melihat apa isi SD Card yang tercolok sehingga kita tidak dapat memilih foto mana yang ingin di copy dari SD Card ke hard disk.  Harus di copy / move terlebih dahulu baru bisa melihat foto-foto yang sudah ter-copy.
  6. Khusus untuk galeri foto pada hard disk, waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan foto pada WD My Cloud lambat.  Harus menunggu foto terbuka keseluruhan baru bisa dilihat satu per satu.

Kesan saya adalah WD My Passport Wireless ini solusi backup saat travel yang sangat baik.  Pemindahan data cepat, ringan, dan praktis.  

1 unit Harddisk Lacie Thunderbolt 1 TB + 1 unit MacBook Pro 15" & charger (total 4 kg) digantikan dengan 1 buah WD My Passport Wireless 2 TB (0.35 kg).  Total beban saya berkurang sebanyak 3.65 kg, lumayan :)

Semoga ke depannya akan ada update, paling tidak aplikasi WD My Cloud bisa lebih mudah digunakan.  

Terima kasih sudah membaca dan semoga membantu.  Jangan lupa subscribe ya untuk menerima update blog dan tips-tips travel dan photography dari saya setiap minggunya. 

 

Wira Siahaan