Saya Bukan Street Photographer

Apa itu ketakutan? Ketakutan adalah suatu respon emosi kita terhadap ancaman. Ancaman yang bisa terjadi, bisa tidak terjadi. Intinya ancamannya belum terjadi. Itulah alasan utama saya tidak berani motret di jalan atau istilah kekiniannya, nyetrit. Saya tidak biasa menghadapi orang dan susah dekat dengan orang. Jangankan motret portrait secara langsung di jalan, turun ke jalannya saja sudah tidak nyaman.

Untuk mendapatkan foto-foto urban dan bergaya cyberpunk, sebuah konsep photo project saya, saya harus motret di jalan dan malam hari. Di jalannya saja sudah tidak nyaman, ditambah lagi dengan malam hari. Makin tidak nyaman.

Read More

Konsep Baru, Semangat Baru

Halo apa kabar? sudah lama tidak berbagi cerita di blog ini dikarenakan kesibukan mengajar dan keasyikan dengan konsep fotografi baru ditambah lagi dengan hadirnya bayi kecil cantik yang sudah berusia 3 bulan.

“Jadi, di tahun yang baru ini Wira punya konsep apa? Kok sepertinya sibuk sekali setiap malam dan feed Instagramnya berubah total.”

Read More

Melihat Pembuatan Hio di Kampung Rawa Panjang

Tahun baru Imlek tinggal menghitung hari.  Tempat-tempat produksi kebutuhan merayakan Imlek pun semakin sibuk.  Setelah 2 minggu berturut yang lalu saya mengunjungi pabrik dodol dan kue keranjang, sekarang saya mengunjungi tempat pembuatan hio di daerah Kampung Rawa Panjang. Kenapa tidak pergi ke tempat pembuatan hio yang biasa seperti di Teluk Naga? Karena saya dan teman saya, Victor Djaja, merasa tidak mungkin kalau tempat pembuatan hio hanya disitu saja.  Akhirnya kami mencari-cari dan Victor menemukan satu video di youtube hasil liputan salah satu TV Swasta mengenai kesibukan Imlek dan kebetulan menyiarkan satu tempat pembuatan hio di daerah Kosambi.

Read More

Berburu Ombak Sawarna

Alarm ponsel saya berbunyi terus, sudah berkali-kali saya snooze dan yang terakhir kali saya matikan alarm dan memutuskan untuk bangun.  Tarik ponsel ke depan wajah untuk melihat jam, sudah pukul 03.30 pagi.  Celingak-celinguk gelap gulita, mata masih berusaha menyesuaikan.  Akhirnya sadar ini bukan kasur saya, bukan kamar saya dan saya melihat ketiga teman sekamar saya masih lelap.  Saya terbangun di penginapan Andrew Villa di Sawarna.  Perjalanan sekitar 8 jam dari daerah Pancoran, Jakarta kemarin dan jalanan yang berlika-liku naik-turun membuat saya agak hang.  Saya pun segera keluar untuk membangunkan teman-teman yang lain, saatnya berburu sunrise! 

Read More

Japan - A Family Adventure (Day 10 - Hitachi Seaside Park, Tokyo Station, & Akihabara)

Ini hari terakhir kami di Jepang, besok sudah harus pulang ke Jakarta dengan pesawat sore.  Hari ini jadwal kami adalah mengunjungi Hitachi Seaside Park di Ibaraki.  Cukup jauh dan cukup banyak berganti kereta.  Berikut cara mencapai Hitachi Seaside Park menggunakan JR Tokyo Wide Pass.

Read More

Japan - A Family Adventure (Day 8 - Around Tokyo)

Karena kemarin terlalu lelah, pagi ini kami tidak terlalu terburu-buru.  Jadwal kami untuk hari ini adalah full day di Tokyo keliling-keliling.  Kami keluar apartemen sekitar pkl. 08.00 pagi dan istri saya mampir sebentar di BIC Camera dekat Ikebukuro.  Saya dan Hugo sarapan dulu di McDonald samping BIC Camera.  Sekitar pkl. 09.00 kami menuju Ikebukuro Station.

Read More

Menikmati Suasana Desa di Suru Kulon

Dari pkl. 04.00 saya sudah tiba di stasiun Solo Balapan ini.  Lagu "Setasiun Balapan" dari Didi Kempot kemarin malam masih bergema rasanya.  Pkl. 01.30 kami jalan dari Desa Suru Kulon menuju Solo, diajak makan soto sebentar lalu saya pun di drop di stasiun ini.  Kepagian sih, tapi tak apa, daripada terlambat.

Read More

Perjalanan Ke Solo Yang Penuh Kesan

Ngantuk.  Jam 5 pagi sudah jalan dari rumah.  Wangi lemon dr mobil uber Pak Andi membuat saya tetep terjaga sampai gambir. Jalanan Jakarta seperti biasa, rame walaupun masih jam 5 lewat. Kayanya bener jakarta ini kota yang tak pernah tidur.  

"Mas ojek mas?".  Itu sambutan para tukang ojek setibanya saya di Gambir.  Baru tiba sudah ditawarin suruh pulang lagi hehe.  Sambil menolak halus saya duduk di pinggiran depan Indomaret.  Masih satu jam lagi baru boleh masuk ke ruang tunggu.  Saya habiskan waktu membaca buku sampai akhirnya suara dari pengeras suara memanggil agar saya cepat naik ke ruang tunggu kereta.  "Agus, agus cepat naik ke kereta.". Ngayal.

Read More